ACEH SINGKIL – Dayah Al Anshar Lae Balno turut berpartisipasi dalam lomba film pendek antarpondok pesantren se-Kabupaten Aceh Singkil yang diselenggarakan oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Aceh Singkil dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional 2026.
Dalam ajang tersebut, Dayah Al Anshar Lae Balno mengangkat tema nasionalisme dan cinta tanah air melalui film pendek berjudul “Cara Santri Mencintai Tanah Air”. Film ini mengisahkan perjalanan seorang santri dalam memahami makna cinta tanah air melalui kehidupan dan proses pendidikan di pesantren.
Berdasarkan Term of Reference (ToR) dan flyer kegiatan, peserta dari kalangan santri dapat memilih salah satu dari tiga tema yang ditentukan, yaitu moderasi beragama, nasionalisme, dan cinta tanah air.
Film yang dilombakan merupakan film dokumenter pendek yang mengangkat kisah, pengalaman, atau gagasan yang relevan dengan tema Festival Film Santri Nasional 2026. Karya peserta disyaratkan berdurasi 5–7 menit, menggunakan kualitas gambar Full HD dengan rasio aspek 16:9.
Sesuai ketentuan panitia, film peserta diunggah ke YouTube paling lambat 19 Oktober 2026. Film karya Dayah Al Anshar Lae Balno dapat disaksikan melalui tautan berikut: https://youtu.be/kQMlJrOXhP8
Pimpinan Dayah Al Anshar Lae Balno, Tgk. Dr. Azwar Ramnur, MA, menyampaikan bahwa keikutsertaan santri dalam lomba film pendek merupakan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui media yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
“Melalui film ini, kami ingin menyampaikan bahwa cinta tanah air dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Bagi seorang santri, salah satunya adalah belajar dengan sungguh-sungguh, memperbaiki akhlak, memperdalam ilmu agama, serta mempersiapkan diri agar kelak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, dan bangsa,” demikian pernyataan Dr. Azwar Ramnur pada Rabu (21/10) di Lae Balno.
Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan dalam membentuk generasi yang memiliki pemahaman agama dan akhlak mulia, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan semangat persatuan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan bakat, belajar bekerja sama, serta memanfaatkan teknologi digital untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.
Keikutsertaan Dayah Al Anshar Lae Balno dalam lomba tersebut sekaligus menjadi pengalaman pendidikan bagi para santri, mulai dari mengembangkan ide cerita, menyusun skenario, melakukan pengambilan gambar, hingga menyelesaikan produksi film.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, Dayah Al Anshar Lae Balno berharap santri semakin berani berkarya dan berkontribusi bagi bangsa tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi pendidikan pesantren.(*)







